Insprie GS

Pahlawan Tanpa Kenangan

Jumlah pahlawan yang dihafal nama-namanya sudah amat banyak. Tapi jumlah pahlawan yang ditiru perilakunya, sungguh butuh didata. Pendataan itu bisa di tingkat negara, masyarakat, tetangga , atau malah sekadar di dalam rumah kita. Target kepahlawanan itu tak harus selalu berujung menjadikan nama seseorang menjadi nama jalan. Ia juga boleh berupa seorang bapak yang namanya bahkan tak layak menjadi nama gang, tapi itulah nama yang dirawat dengan rasa hormat di hati anak-anaknya. Itulah nama suami yang jika disebut segera menenteramkan istri. Itulah nama tetangga yang selalu dingat karena keramahannya dan bukan karena wajah konfliknya.

Pahlawan-pahlawan besar itu butuh diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku sederhana karena bagi sebagian orang mereka terlalu besar. Saking besarnya menjadi agak sulit untuk ditiru. Data sejarah kita merekam dengan sangat butuk fakta-fakta yang dibutuhkan untuk penduplikasian nilai itu. Di dalam sejarah Indonesia, tahun perang Pangeran Diponegoro jauh lebih banyak diingat katimbang perilaku kepahlawanannya. Bahwa Diponegoro berperang melawan Belanda itu jelas, tetapi yang belum jelas ialah adalah apakah ia gemar jalan-jalan pagi, merawat tanaman dan gemar bercanda dan bersikap lembah-lembut pada anak-anak. (Prie GS.)

Hadew, Bung Prie ni tulisannya bikin kepala cenut-cenut. Intinya, kadang seorang tokoh besar itu begitu dibesar-besarkan tanpa tahu hakikat perjuangannya. Ambil contoh Nabi kita Muhammad, yang tentunya juga jauh lebih banyak yang buta akan ajarannya daripada yang melek! Yah kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s